Judul 40 Dewasa dan Bahagia Yang Dicari

 Selamat malam semua...


Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.



Haii semua, Nar kali ini menulis pesan sekaligus narasi cerita yang pengen dirasakan banyak orang. Bahagia. Setiap perjalanan, pencapaian akan selalu diharapakan berujung bahagia. Iya kan? Saat kecil kita bisa bahagia bermain dengan keluarga, mama papa, teman, serta kerabat. Tanpa ada rasa khawatir dengan dunia. Walaupun di masa itu kita belum tahu dunia ternyata sementara, melelahkan dan bias bagi kita seperti sekarang. Kala dewasa, satu kata membuat kita ingin memperjuangkan semuanya. Bahkan jika harus mengorbankan segala hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Ada yang mengatakan bahagia saat mereka bisa berkumpul bersama keluarga, memiliki banyak waktu bersama mereka misalnya bercanda tawa, makan bersama, nonton TV, ngobrol apa saja tanpa ada gawai. Tapi Nar, ad loh juga hal lain yang membuat orang bahagia misalkan mereka ke terima di sekolah atau kampus yang didambakan sejak lama, dia sangat ambisius dari awal seperti layaknya planner yang tak ingin satu jengkel pun terluput darinya. Semuanya harus perfect dan alhasil dia berhasil menggapai impian berkat usaha, doa dan kebaikan dari Allah. Nar, tunggu dulu ada juga nih orang-orang bahagia sekedar menyendiri tanpa ada orang lain di sisinya. Mereka memiliki banyak waktu untuk dirinya, lebih dekat dengan apa yang mereka sebenarnya inginkan dalam hidup, dan mereka juga tidak pernah merasa sendiri karena sepertinya mereka sudah berdamai dengan dirinya. Keren bangett yah Mereka. Wahh Nar tapi kamu harus tau nih yang lainnya lagi, ada loh orang yang bahagia ketika dia sudah menyerahkan segala urusannya kepada Sang Pemilik nafasnya. Dia mungkin awalnya merasakan tidak sanggup untuk menjalani setiap cobaan, tantangan yang Allah kasih ke dia. Bahkan dia menangis, terseok-seok, merangkak, bahkan dia terjatuh berusaha bangkit walaupun di posisi yang sama dia dihempaskan oleh dunia, ekspektasi dan kesalahan terulang yang dilakukannya sendiri. Dalam sunyi, dia selalu melangitkan harapan yang hampir runtuh tapi dia bangun kembali dari kepingan-kepingan iman yang tersisa.
Apakah dia gagal Nar? Jawaban sederhana adalah dia tidak gagal. Dia tengah berusaha menyulam kepingan iman itu dengan percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan dia, dia yakin bahwa Allah tidak membenci bahkan dia sedang dicintai oleh seluruh penduduk langit. Lalu, bagaimana perasaannya? Dia malu sekaligus ada kebahagiaan kecil yang dirangkai perlahan olehnya, kebahagiaan bahwa berusaha baik dan membangun hubungan baik kepada Allah maka segala urusan kita di dunia akan berjalan baik pula. 
So kebahagiaan apa yang dicari sebenarnya? Kita kita berbicara mindset dunia maka setiap kebahagiaan diraih di dunia itu relatif, seperti contoh di atas. Itu sebagian kecilnya yah.. tapi kita berkiblat dengan mindset akhirat maka beda lagi. Akhirat mungkin sekadar cerita saat ini, tapi selalu disebut berulang kali dan selalu jadi harapan untuk mendapatkan hal baik di kehidupan berikutnya/akhirat. Tapi tau kah kita untuk meraih kebahagiaan di akhirat kita harus menunggangi dunia? Kenapa? Karena dunia tempat kita beramal sholeh, tempat singgah untuk mengumpulkan amal baik sebelum berjumpa dengan Allah, Rasulullah dan orang-orang yang kita cintai di dunia. Mindset akhirat jika tertanam kuat maka kita akan memperjuangkan yang seharusnya. Tapi, Nar kalau bahagia di dunia nggak apa-apa kan? Yah nggak apa-apa lah hal itu wajar sekali agar fase hidup kita juga bisa menyenangkan tapi tetap memikirkan tempat asal kita yakni akhirat. Kebahagiaan terindah yang maybe belum bisa dirasakan tetapi selalu disemogakan dalam setiap doa-doa kita dari fajar sampai malam datang yakni melangkahkan kaki kita ke dalam syurga yang dijanjikanNya. Syurga adalah semua hal yang tak pernah ada dipikiran kita, tidak terbayangkan tetapi teramat didambakan bahkan selalu di ujung doa merengek ke Allah untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang dicintai di syurgaNya kelak. Sebagaimana Allah sebutkan dalam surah Al-Fajr ayat 30 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا دْخُلِيْ جَنَّتِى
"dan masuklah ke dalam surga-Ku."
(QS. Al-Fajr ayat 30)
Sangat indah, dalam makna firmaNya seakan Allah menyeru kita untuk masuk ke dalam syurgaNya yang kekal abadi selama-lamanya. Huhu semoga Allah memasukkan kita sebagai penghuni syurga terbaikNya kelak. Aamiin Allahumma Aamiin 

Akhir bahagia ternyata bisa kita rasakan dari untaian kalimat per kalimat yang Allah sampaikan dalam surah di atas, sederhana tapi sarak makna. Seketika ayat di atas menjadi renungan hati, menyadarkan banyak hal yang bisa jadi terluput karena Kilauan dan kesibukan kita dengan dunia. Selayaknya kalimat di atas membawa kita ke suatu tempat yang penuh pemandangan indah, kita bahagia walaupun sekadar merasakan. Ngerti kan maksudnya Nar? Jadi, walaupun kita hanya diperdengarkan oleh ucapan-ucapan para ulama, ustadz, ataupun orang yang menasehati tentang Allah dan seluruh alam semesta ini maka cukup membuat kita bahagia atas apa yang dijanjikan bagi orang-orang yang berusaha baik. Tetap bahagia walaupun kita sedang berada di tempat yang Fani, kita harus berusaha menciptakan bahagia sendiri di tempat yang hanya persinggahan sementara. Dunia perlu kalian yang berusaha menahan senyum walau di lain sisi kamu harus mengingat luka, khawatir, kesalahan lalu, dan hal-hal yang telah kamu sia-siakan. Kemarin kamu telah melaluinya mungkin belum sempurna nggak apa-apa kok, waktu sekarang adalah hal yang perlu kamu manfaatkan sebaik-baiknya, dan untuk esok hari rencanakan saja, selebihnya serahkan kepada Allah karena hari esok masih saja jadi rahasia Tuhan.
Bahagia terus yah, jangan ciut selama kamu tidak merugikan orang lain dan the must important adalah kebahagiaan yang sesuai dengan aturan dan syariatNya. 

Nar mau sampaikan bahwa ini blog terakhir yang Nar akan kirim, Keputusan Nar untuk tidak lagi menulis blog adalah keputusan mutlak yang Nar ambil dan sudah sendari lama mempertimbangkannya. Tapi, tapi dalam hal menulis tidak ada kata berhenti yah teman-teman karena mindset dan hal yang Nar selalu pegang ialah bertumbuh dalam kebaikan dimana salah satu pintunya yaitu dengan MENULIS. Mungkin ada beberapa pihak bahkan teman yang selama ini senang dan sering mampir baca blog Nar kecewa, maaf yang sebesar-besarnya ini pyur keputusan Nar pribadi, semoga semua teman-teman memakluminya. For now, ada hal yang dipersiapkan dengan baik. Semoga juga kalian selalu mendukung apapun yang Nar lakukan, terima kasih banyak. Terkait waktu menulis blog untuk saat ini belum ada waktu pasti kapan akan ada lagi tetapi blog ini akan ada masanya kembali lagi, blogku akan menyapa kalian lebih hangat, memeluk erat, dan bisa saja membuat lebih ingin terus hidup, Aamiin. Semangatt semuanya. Love youu all from Sunarti.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judul 33 Catatan Bahagia

Judul 34 Kehilangan Arah di Masa Dewasa

Judul 39 Catatan: Dunia Bibo