Judul 39 Catatan: Dunia Bibo

Selamat malam semua...


Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.

Hai mungkin ini blog yang full berisi curhatan Nar. 
Di malam 19 Mei 2025 adalah hari yang paling spesial dimana pada saat itu Narti pulang kerja dari arah Makassar mungkin sekitaran jam 09.00 atau 10 malam. Dari kejauhan Narti melihat seekor kucing mungil yang berlari cukup kencang. Hal pertama terbetik di pikiranku pada saat itu adalah membawanya pulang. Motorku berhenti dan langkah kucing itupun berhenti, Nar kira dia akan takut dan langsung lari. Tapi dia terdiam seolah ingin berkata kepada Nar : "Tolong aku," tanpa menunggu lama di malam itu, Nar langsung memasukkan dia di dalam tas. Sepanjang jalan Nar selalu mendengar suara teriakannya, pasti sesak itu yang ada di benakku. Sehingga Nar juga menaruh tas itu di depan agar Nar bisa memastikan kucing kecil ini tetap aman dan membuka celah sedikit resleting tasku agar dia bisa bernafas. Jangan tanya perasaanku pada saat itu. Sangat teramat bahagia, why? Karena Nar pernah berdoa ke Allah untuk dikasih kucing yang cantik, imut dan lucu dan Nar dapatkan di kucing mungil ini. Pada sampai di rumah, keluargaku juga menyambutnya hangat dan penuh cinta. Nar juga bercerita ke sahabat baikku Fani dan Marina dan Dewi juga kalau aku mendapatkan seekor kucing di jalanan dan dia sangat cantik. Sahabat-sahabatku sangat bahagia dengan kabar itu. Keesokan harinya, Nar mencari nama buat kucing mungil ini hingga akhirnya Nar menamainya Bibo. Bibo artinya kucing yang lincah, lucu dan menggemaskan. Dan Bibo. Memiliki semua itu. Hari-hari Nar menjalani hidup yang sangat baik ditambah kehadiran Bibo. Saat masih kecil Nar pernah ajak bermalam di rumah kakakku yang jaraknya cukup jauh dari rumah tapi Nar selalu membawa agar dia aman. Beberapa bulan awal banyak hal yang membawa kesan teramat indah dari kucing ini, mulai dari Bibo selalu menjaga kebersihan dirinya, pup di luar rumah. Ada banyak tingkah lucunya selalu Nar ingat ketika dia lapar kadang dia membangunkan Nar dengan cara memijat lengan Nar agar dia segera diberi makan, dan paling lucunya Bibo pernah bermain dengan dua ponakanku di belakang rumah dengan cara mengejarnya hingga kami tertawa lepas karenanya. Dia mulai tumbuh besar, Bibo sangat mahir mengusir bahkan memburu tikus, kecoak bahkan cicak. Bahkan Nar beberapa kali mengusilinya dengan membuang cicak yang dimainin setelah itu Bibo kebingungan haha. Bibo selalu memberi warna dalam keluarga Nar, tingkah lucunya, kebaikannya selalu membuat kami bangga memilikinya. Guys ada tingkah paling menggemaskan yang sering Bibo lakukan, Bibo sering manjat di atas kamar dan selalu tidur di sana atau sekadar melihat burung-burung merpati di atap rumah. Bibo tidak pernah menyusahkan Nar dan keluarga selama ada di rumah, kami selalu happy karena tingkahnya. Bibo selalu jadi pendengar terbaik Nar, walaupun bahasa kami berbeda tapi dia begitu sigap mendengar ceritaku sampai kadang Bibo sampai tertidur pulas. 
Setiap Nar, pulang kerja atau dari perjalanan jauh, hal yang pertama lakukan ketika sampai di rumah adalah mencari Bibo dan memeluknya erat. Dia seperti charger bagiku, penenang di kala banyak urusan dunia yang Nar hadapi saat itu. Dan tingkah yang paling lucu dan sebenarnya menyebalkan juga ketika saya dan adek saya tertidur Bibo bermain di atas kelambu dan menjatuhkan itu ke atas kepala kami berdua, Nar terbangun dan langsung menjewer telinganya. Pernah Bibo membuat kasus sampai2 Nar geleng kepala, dia memburuh merpati tetanggaku hingga merpati itu mati. Nar mendidik Bibo agar tidak menyakiti hewan lain, Nar memberi efek jera dengan menguncinya di dalam WC kalau dia mulai bersuara Nar baru bukakan pintu. Setelah kejadian itu, Bibo mulai paham bahasa Nar, sehingga tidak berbuat ulah lagi. Bibo adalah kucing peranakan anggora, anak-anak lorong rumah sering menyebutnya cewek blasteran. Dia disenangi oleh anak-anak bahkan orang dewasa karena tingkah lucunya. Fun fact Bibo hampir diambil oleh Om saya karena om kira dia kucing hilang.
 Waktu semakin berlalu, hari selalu bersamanya hingga tepat awal Januari dia baru merasakan hiruk-pikuk malam menyambut tahun baru, Nar sudah duga dari awal bahwa pasti dia akan terkejut di malam itu, ada hal yang Nar tidak pernah duga sebelumnya yaitu pada tengah malam itu, suara kembang api, terompet bersahutan di langit tanpa henti. Saat itu Bibo berada di dalam selimut Nar, kadang dia melihatku dengan tatapan takut, dekapan Nar semakin erat, hingga Bibo juga memegang Nar dengan kencangnya hingga subuh hari. 
Esok harinya seperti biasa selalu ikut nimbrung makan, selalu berada sofa tiduran atau di teras rumah. Hingga tepat malam Jumat tanggal 1 Januari 2026 Nar merasakan janggal, Bibo lebih banyak tidur dan diam di dalam kamar dan di malam itu Nar sudah melihat dia tampak tidak sehat, Bibo muntah-muntah dan pup berlebihan. Nar mulai cemas, Nar mulai mencari pertolongan pertama dan selalu berdoa. Bahkan tengah malam itu, Nar berderai air mata, selayaknya Nar diberi sinyal bahwa Bibo akan meninggalkan Nar. Keesokan harinya keadaannya semakin memburuk, tapi dia ingin memperlihatkan bahwa dia sakit, itu yang membuat Nar terharu. Dia selalu menghindar sembari mencari udara segar di depan rumah. Siang hari Nar harus tetap mengajar anak santri tapi Nar juga mengefektifkan waktu agar bisa mengenai Bibo yang masih sakit. Di perjalanan pulang, Nar buru-buru pulang karena di rumah Bibo sendirian, tidak ada bapak dan adekk Nar. Setelah sampai Nar melihat Bibo terkapar di bawa motor kakakku, badannya kaku, matanya tidak berkedip, Bibo sempat melirik sesaat ke Nar. Kala itu, Nar sudah tidak menahan air mata, nangis sejadi-jadinya walaupun tetap berusaha untuk mengendalikan diri. Nar memindahkan Bibo di tempat luas. Dia menatap Nar dengan tatapan kosong, nafas yang lemah dan badan yang telah kaku. Tak lama, Bibo muntah dan kejang-kejang dan akhirnya Bibo pergi untuk selama-lamanya. Nar sangat terpukul tapi Nar berusaha untuk menerima dan ikhlas atas ketetapan Allah, Sang Pemilik nafas. Nar membersihkan kemudian mengkafani dengan kain putih, setelah itu Nar sendiri yang menguburnya di belakang rumah. 
Di hari itu keluarga, sahabat, teman Nar banyak yang tidak menyangka bahkan Nar tidak menyangka hal ini bisa terjadi, tapi qadarullah Allah lebih sayang Bibo, Bibo milik Allah. Begitu kita juga. 
How is life after Bibo died? Itu yang dipertanyakan oleh teman baikku, Fuji. Setiap sudut rumah adalah Playground baginya, sudut itu sekarang sepi tanpa kehadirannya lagi. Semua kebaikannya, tingkah lucunya, kejahilannya akan selalu terkenang di dalam hati kecil Nar dan keluarga. 

Sebuah pesan,,,

"Kehilangan layaknya lampu nyala, padam. Nyala saat merindukan segala kenangan yang menyatu dari hari ke hari kemudian disemaikan oleh waktu dan perpisahan. Ketika padam perlahan mengikhlaskan dan menerima ketetapan takdirNya."

Selama Bibo hidup begitu banyak pelajaran berharga yang Nar dapatkan mulai dari menyayangi tanpa tapi, menerima kekurangan, hidup juga harus ada kocak dan lucunya, bisa jadi pendengar terbaik hidup juga bukan saja tentang bersama manusia melainkan hewan atau hanya sekadar anabul lucu itu cukup membuat bahagiaa. Terima kasih Bibo, untuk 8 bulan yang teramat singkat, tapi Nar sangat bersyukur kepada Allah karena Bibo adalah titipan Allah langsung ke Nar, (nostalgia awal ketemu Bibo sebenarnya malam itu Nar tidak berniat pulang karena ada sesuatu hal tapi Allah seakan menggerakkan hati Nar untuk pulang ke rumah dan akhirnya Nar bisa bertemu Bibo di jalan yang sep itu). Maaf Nar tidak maksimal menjaga Bibo, in syaa Allah kita bertemu di kehidupan selanjutnya. Nar, SAYANG BIBO SELAMANYA. SELAMAT JALAN ANAKKU SAYANG. Terima kasih untuk kenangan, kebaikan, kenakalan, dan keceriaan yang Bibo bagi ke Nar dan keluarga. Catatan : Dunia Bibo tidak pernah terbayangkan akan ada di blog ini, tetapi dunia Bibo akan mengajarkan cinta, peduli dan kasih sayang antara manusia dan makhluk Allah yaitu kucing. Dunia Bibo tidak pernah sunyi akan selalu tumbuh nan mekar dengan lekatnya ingatan dan memori kenangan. Dia akan hidup dan selalu ada di hati, langkah dan cinta Nar. Pesan Nar yang terakhir, kalian tetap sayangi para anabul yah, jangan pernah membuat mereka kesulitan, jaga dan sayangi mereka maka penduduk langit akan menyayangi kalian juga
Maaf guys, kali ini blog Nar cukup mengandung bawang. Ambil hikmah dan pelajarannya yah! Terima kasih semuanya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judul 33 Catatan Bahagia

Judul 34 Kehilangan Arah di Masa Dewasa