Judul 34 Kehilangan Arah di Masa Dewasa
Selamat malam semua...
Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.
Nar, gimana kalau saat dewasa kita belum tau apa yang kita ingin tuju?
Nar, bagaimana selama ini kita menganggap bahwa hidup kita sudah benar arahnya?
Nar, gimana kalau kita tersesat jauh?
Hidup kadang membuat kita lebih banyak bertanya dibanding meresapi setiap perubahan diri. Di fase dewasa lebih banyak berpikir bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, membahagiakan orang tua, bermanfaat bagi orang banyak, tapi gimana jika pada ujungnya kita terombang-ambing di proses mencari kebahagiaan itu? Seolah kita bingung untuk melakukan sesuatu, padahal kita sudah menyusun dengan sedetail itu. Mungkin saat kecil dulu kita punya panduan jelas arah hidup kita mau kemana: sekolah, lulus, kuliah, kerja, menikah kemudian bahagia tetapi setelah dewasa bahagia itu seakan serasa sulit untuk digapai.
Pikiran kita jika dibandingkan saat pikiran masih tidak serumit sekarang itu karena pengaruh tuntutan, ekspektasi, harapan yang melambung tinggi sehingga kita betul-betul kesulitan mendapatkan kebahagiaan itu. Hal pertama yang perlu kita ketahui ialah harus tahu apa yang menjadi tujuan utama kita saat dewasa? Apa sih yang kita cari? Saat berharap kita bisa mendapatkan 1 M karena modelan kerja di perusahaan kecil itu sangat tidak mungkin kita dapatkan, tetapi jika mindset kita bahwa kita bisa meraih budget sebesar bisa dari berbagai arah misalnya kita buka usaha kecil-kecilan, atau endorse barang, jadi konten creator, dan lainnya. kemudian yang kedua setelah mengetahui tujuan hidup kita lebih bisa manajemen waktu kita dengan prioritas yang kita bangun, hidup mulai tertata dan fokus pada goals yang kita punya.
Hal ketiga jika kita sudah tetap pada tujuan hidup, kita harus ngasih tau diri sendiri bahwa hidup terkadang memberi ketidakpastian atau hal-hal yang di luar kendali kita. Kita harus siapkan ruang meredam sabar, serta meningkatkan rasa syukur. Nar juga mau memberi saran ketika kamu sudah berhasil dengan beberapa projek hidupmu tetap apresiasi dan beri afirmasi positif ke diri.
Kamu hebat sejauh ini.
Kamu sudah melakukan yang terbaik dari versi dirimu sebelumnya.
Bapak, Ibumu pasti bangga punya anak seperti kamu
Mungkin kata-kata ini teramat sederhana tetapi sangat magis dalam maknanya. Boleh jadi dari kalimat singkat ini kita ingin hidup 1000 tahun lagi, kita ingin selalu bertahan bagaimana pun kejamnya dunia, serta kita ingin terus bertumbuh dalam kebaikan tanpa berniat merusak mekar orang lain.
Nar gimana kalau masih saja kita ngerasa ada di fase kehilangan arah?
Haii kamu jangan takut, jangan ragu dan jangan pernah berbalik mundur, beri jeda untuk dirimu untuk memaknai setiap proses yang telah kamu lalui, jika pun kamu merasa bahwa kamu salah langkah coba cari salahnya, jangan judge atau menghukum dirimu seolah tak melihat keberhasilan mu selama ini. Jika telah menemukan letak kesalahanmu, tarik nafas baik-baik, atur ulang kembali projek hidupmu, minta maaf ke diri sendiri dan lakukan yang terbaik menurut Allah dan di ikuti hati yang jujur.
Selama kita tidak pernah berbalik arah, meninggalkan kebajikan dan terus dalam kubangan keburukan. Percayalah kita akan capek dan serasa hidup kita tidak pernah tertata. Kita hanya perlu mencharge diri kita selayaknya handphone kita, kita perlu setitik jeda dari kegiatan-kegiatan duniawi yang begitu melelahkan.
Sebuah pesan indah,…
“Jika kamu rasa dirimu terlalu jauh, kembalilah dan jadi dirimu yang seperti dulu. Jangan berubah karena ekspetasi tinggi orang lain ke dirimu, tetapi jadilah dirimu yang terus bermekaran selayaknya bunga di taman”
Kehilangan arah bukan melulu kita tidak tahu jalan pulang atau tersesat jauh, hanya saja kita belum memiliki sinyal semangat dalam menemukan jalan bahagia, kita juga mungkin belum mendapatkan motivasi untuk tetap bertahan dari semua gempuran bebatuan-bebatuan dalam mengarungi hidup ini. Lagi-lagi Nar bilang kita hanya perlu mencari arah itu tanpa harus memulai dari awal, hati, jasad dan pikiran kita hanya ingin jeda dari semuanya. Dewasa adalah fase terberat karena ada banyak hal yang menjadi beban pikiran tetapi di fase ini juga kita terus dituntut diri untuk belajar banyak hal tanpa berkeluh kesah yang berlebih. Kita mungkin harus menemukan lampion-lampion itu ditempat dimana kita memulai perjuangan, menghargai proses panjang yang telah di lalui, dan terus mengukir dan menciptakan bahagia versi diri sendiri. Jangan hilang arah lagi yah, jika benar kamu hilang arah ambil sajadahmu dan shalat itulah akhir dari perkataan Nar jika semuanya terasa hampa. Maybe kamu lebih butuh ketenangan, mencari solusi terbaik dari senjata ampuh yakni berdoa kepadaNya. Mungkin sesederhana itu tapi yakinlah dengan keajaiban-keajaibanNya lah hidup lebih terarah dan tertata sembari pun kamu terus berusaha melakukan yang terbaik. Kamu sudah luar biasa hebat sejauh ini kok. Tetap jaga semangat yah sampai akhir kehidupan!

Komentar
Posting Komentar