Judul 38 Dewasa dan Kemandirian

 Selamat malam semua...


Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.


"Lho, kok kamu kelihatan selalu bisa"
"Keren sih kamu, apa-apa sendiri"
"Si independen woman or man, " kataku
Di fase dewasa mandiri hal yang diharapkan konstan dan terus meningkat. Tidak bergantung pada orang lain, selalu mengusahakan sendiri mulai dari hal kecil yaitu mengambil barang, meminjam sesuatu, mengejar impian, karir dan lainnya. Tetapi, kemandirian tidak terlahir begitu saja, melainkan tumbuh bersama karakter, pengalaman dan tuntutan. Diri seakan di push untuk selalu bisa ngapa-ngapain itu sendiri tanpa merepotkan orang lain. Mandiri mengajarkan kita lebih menghargai setiap proses yang dijalani, ketika mengalami kegagalan hanya kita yang merasakan sakitnya tanpa melibatkan orang-orang di sekitar kita. 
Di satu kondisi, Nar bilang kita menuntut diri kita mandiri misal mengejar impian kita sebagai seorang wanita. Kita tumbuh dari omongan orang lain,

"Dikit-dikit mama, dikit-dikit papa, emang dasar anak manja"
"Bisa kan sendiri?" Tegasnya
"Udah dewasa masih aja ngerepotin"

Pernyataan dan pertanyaan ini tertancap kuat di hati yang berusaha kuat walaupun sebenarnya rapuh, mereka yang mungkin sudah banyak mengarungi hidup sudah menjadi bahan bakarnya untuk bisa terus melaju sedangkan mereka yang masih mencicipi ujian akan kewalahan bahkan selalu berderai air mata. 
Itu bukan suatu aib, tapi hal itu menjadi pertanda bahwa kita masih memerlukan orang lain, perlu panduan bukan sepenuhnya bergantung. Bener tidak?
Dalam mengejar impian kita terus menjadi pemeran utama, harus mandiri tidak terlalu manja dengan keadaan, lebih mengandalkan logika daripada perasaan, belajar banyak dari pengalaman sendiri dan orang lain. 
Di masa dewasa inilah kemandirian adalah bagian dari karakter kita. Terkadang ada momen kita mengerjakan apa-apa sendiri tetapi di momen lain kita memerlukan orang lain. Hal paling basic ialah curhat. Saat kita benar-benar ada dalam masalah, mental kita terguncang, pikiran kita diserang habis-habisan seolah jalan satu-satunya ialah meluapkan sedih, marah, kecewa tidak lain dan tidak bukan yakni Allah, Rabb Semesta Alam. Dia seakan mendekap hati kita agar bisa lebih kuat menjalani setiap challenge dariNya tanpa mengeluh dan menyalahkanNya. Tapi, Nar kita juga kadang butuh orang tua, sahabat atau teman yang dapat dipercaya untuk bercerita. Kadang di sanalah kita bisa diterima, didengarkan dan diberikan nasehat indah. Di sanalah juga, kita hadir sebagai sosok makhluk sosial yang masih saja membutuhkan orang-orang yang disayangi untuk mendengarkan keluh kesah kita.
Kemandirian membentuk kita sebagai seseorang yang teguh pendirian, takut melibatkan orang lain terlalu jauh dengan permasalahan hidup kita, dan menjadikan sebagai orang jujur terhadap hal yang kita kejar. 
Fase dewasa dan keruwetannya membawa kita menjadi manusia mandiri, tidak ingin merepotkan orang lain, jadi pembelajar cepat untuk mencapai kehidupan semakin menantang. Guys nggak apa-apa kok kalau di satu waktu kita perlu orang untuk didengarkan, ingin bantuan. Kita manusia bukan robot canggih yang tak memerlukan bantuan orang lain. 

Sebuah pesan,...
"Tetap jadi anak mandiri yah dan terus berdiri di atas kaki sendiri, karena saat sukses kita yang merasakan sendiri bukan orang lain, ketika pun kesulitan harusnya kita pula yang merasakannya bukan orang lain."

Dewasa dan Kemandirian merupakan masa kita lebih mengenal diri, kemana kita ingin melangkah? Kemana arah hidup kita? Dan nyatanya hal itu kita perjuangkan sendirian. Memikirkan sering kali sendirian. Jadi, kemandirian di fase ini bukan soal kata saja tetapi suatu jalan hidup agar bisa bertahan. Nggak apa-apa sendirian, asalkan selalu menyakini bahwa Allah bersama kita, nggak apa-apa dunia kejam, asalkan kita tetap berani melawan dengan hati yang lapang, dan nggak apa-apa dimomen kesendirian kita banyak nangis sendiri ketimbang berbagi susah kepada orang lain. Jangan yah! Biarlah susah kita jadi tanggung kita sendiri. Tetap semangat dan semoga jalanmu selalu dipermudah Allah yah, Aamiin!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judul 33 Catatan Bahagia

Judul 34 Kehilangan Arah di Masa Dewasa

Judul 39 Catatan: Dunia Bibo