Judul 35 Sayap Yang Patah
Selamat malam semua...
Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.
“Ta, kamu punya masalah?” Tanya Kia serius.
“Nggak apa-apa kok” tetapi wajahnya masih saja cemberut tidak seperti biasanya.
“Beneran? Tapi kok muka kaya kain kusut” cetus Kia sambil mengaduk minuman matcha yang ada di hadapannya.
“Aku heran aja, aku udah daftar beberapa pekerjaan nggak ada yang follow up, mana uang tinggal dikit. Ayah juga bulan ini kirimnya dikit.” Jawab Lita dengan mukanya yang masih saja ditekuk.
Kia hanya terdiam sesaat kemudian menanggapi permasalahan yang dihadapi teman karibnya itu.
“Ta, kamu udah shalat belum?” Tanya Kia.
“Belum” jawab Lita singkat.
“Mending kamu shalat dulu, di café ini sediain mushalla, shalat gih. Entar kita ngobrol lagi”
“Entar aja deh, nanggung ini aku belum habisin minuman matcha.”
“Taa, shalat aja dulu”
“Kamu?” Tanya Lita.
“Aku lagi halangan” jawab Kia ringkas.
Selepas Lita shalat, mereka menikmati matcha sembari tetap ngobrol santai.
“Ta, kamu ngerasa nggak ada yang jangkal dari apa yang kamu jalani sekarang?
Lita hanya menatap sayu diikuti gelengan kepala Kia sembari tetap menyimak perkataan teman baiknya itu.
“Ta, aku boleh nggak hari ini beri kamu nasehat?” Tanya Kia.
“Boleh dong” Jawab Lita.
“Ta, kamu rasa ada nggak kehilangan?”
Lita sambil mencari-cari, kadang matanya melirik ke kanan-kiri kemudian menatap Kia dengan keheranan.
“Nggak ada Kia, semua barang-barang bawaanku ada kok” ujar Lita walaupun tampak dari raut wajahnya yang masih berusaha memahami perkataan Kiara.
“Bukan barang Ta, tapi rasa syukur. Aku sekarang jarang melihat kamu bersyukur. Walau sekadar mengatakan Alhamdulillah. Katamu kamu sudah apply banyak pekerjaan, terus pekerjaan kamu saat ini kenapa Ta? Dan untuk uang bulanan kan kamu juga tetap punya kerjaan wfh walaupun sedikit paling tidak nutupin yang kurang kan?!” ujar Kia tampak serius.
Lita mendengarnya pun tertunduk diam tanpa ada satu katapun keluar dari lisannya.
“Ta, aku tahu setiap manusia punya masalah, seperti roda kehidupan yang terus berputar kadang kita di atas, kadang di tengah ataupun lebih parahnya lagi hidup kita kadang dibawah. Tapi ta, kita harus tetap sabar dan bersyukur. Walaupun hai ingin menolak, kita harus tetap menerima dengan lapang dada, Ta”
“Kia, maafin aku yah, aku mulai sadar. Aku kurang bersyukur dan menerima apa yang Allah kasih ke aku.” Sambil memeluk Kia erat.
Hidup kadang membawa kita pada kebahagiaan dicari tetapi di lain waktu hidup itu juga membawa pada rasa senang sesaat yang pada akhirnya membuat kita menjadi manusia yang obsesi. Dan ketika hati mulai berharap kepada hal tersebut dan di kemudian hari dikecewakan oleh ekspektasi sendiri serta keadaan di momen itu lah kita lupa dengan sayap-sayap yang kita jaga. Yaitu kita mulai tidak sabaran mulai terburu-buru, apa-apa harus instan tapi menginginkan proses panjang, serta berpikir jangka pendek. Jika sesuatu itupun kita tidak raih kita terkadang terjatuh pada kubangan rasa pilu yang kita pilih sendiri. Kita juga sering lupa bersyukur atas apa yang kita udah raih di hari-hari sebelumnya.
Tapi, Nar gimana kalau aku mau fokus natap masa depan?
Nar, emang nggak bisa apa berbuat lebih untuk diri sendiri?
Ehh, boleh dong untuk sesuatu kebaikan apalagi diri sendiri, why not, but jika dari awal hati kita resah, hati kita menolak coba cari letak kesalahan dari langkah yang kita sudah pilih itu. Bisa saja hati kita yang jujur menolak karena hati tau apa yang betul-betul kita inginkan dalam kehidupan ini. Adalakalanya saat ujian datang menghampiri, kita masih saja ngreok bahkan marah dengan keadaan yang menimpa. Kita tak terima bahkan marah dengan keputusan Tuhan. Tetapi, kita teramat lambat menyadari bahwa ujian adalah bentuk cinta tak kasat mata, baru terasa jika mendapatkan hikmah yang nyata. Kita mengeluh dengan kerasnya, memaki tanpa henti. Pada akhirnya kita tidak sabar atas apa yang Allah siapkan di depan sana. Sabar adalah pekerjaan hati yang harus selalu kita asah dari waktu ke waktu. Sabar tidak terbentuk satu bulan, dua bulan melainkan sabar diolah dengan tekun sepanjang usia kita. Begitupun rasa syukur tidak melulu kita mengatakan di lisan,
“Aku tenang kok”
“yah elah bisa lah ini, masa nggak bisa”
Padahal hati bergejolak dengan kegelisahan. Masih meraba setiap jengkal rasa tenang itu walaupun digempur cobaan di segala arah. Kebahagiaan dan ketenangan itu cukup berbeda dari segi kualitas. Boleh jadi tiap kebahagiaan tidak membuat kita tenang, tetapi yakinlah tiap ketenangan hati akan membuat kiat bahagia sepenuhnya. Tergantung bagaimana respon awal kita menghadapi setiap persoalan yang datang dalam hidup kita. Sabar dan syukur adalah dua bilah sayap yang harus kokoh dalam diri kita terutama dalam hati. Karena kedua sayap ini adalah kekuatan terbesar kita melawan segala hal yang berpihak maupun tidak berpihak di dunia ini. Sesuatu yang mengagetkan, membuat pusing tujuh keliling, dan menangis tersedu-sedu.
Sebuah pesan,,,..
“Sayap yang patah akan menjadi boomerang kita. Hidup tanpa salah satunya membuat kita hilang arah dan tujuan. Maka tetap pada sabar dan rasa syukur itu, jaga yah!”
Jaga kedua sayap itu, rasa sabar mengajarkanmu arti dari bertahan serta jatuh yang tidak selalu lembut, begitupun rasa syukur membuat belajar arti dari menerima tanpa protes. Kadang kita bilang, sabar yah, kamu pasti bisa melaluinya. Di kalimat sederhana itu tersimpan makna yang begitu mendalam, boleh jadi kesabaran itu menjadikan kita manusia terkuat dari diri kita sebelumnya. Memang ini tidak mudah, tapi kamu pasti bisa melaluinya dengan sangat baik. Dan begitupun rasa syukur adalah kalimat pelega akhir yang kadang kita tak sadari bahwa semua yang kita usahakan atau kita lakukan harus jadi apresiasi yang tertinggi walaupun hal itu dianggap tidak penting di hadapan manusia. Nar, sekali lagi mau bilang jaga kedua sayap itu, bawa sampai kamu menemuiNya dengan rasa bangga karena kamu sudah melawan rasa takut, khawatir berlebih dalam hati. Kamu bisa dan akan selalu bisa jika mau belajar. Semangat yah!

Komentar
Posting Komentar