Judul 30 Dewasa: Memaafkan diri

 Selamat malam semua...


Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.


Ada nggak di antara teman-teman yang pernah ngerasain kok gue lakuin ini nggak benar atau selalu saja ada salah? Atau mungkin kita lebih banyak menghujam diri kok kamu nggak bisa sih, tuh orang lain bisa. Seringkali pertanyaan dan pernyataan itu akan membuat diri kita tertekan. Terkadang karena keadaan sehingga lagi-lagi kita mengorbankan diri kita hanya sebuah ambisi yang tiada henti atau mungkin pujian orang lain.

Tanpa disadari kita terlalu jauh dari kata mencintai diri sendiri. Kita hanya mementingkan apa yang di pikirkan tanpa menilik apa yang disuarakan hati kita sebenarnya. Beberapa faktor kadang membuat kita kalap untuk melakukan di luar kapasitas kita, entah karena ingin mencoba hal baru. Eits emang nggak bisa mencoba hal baru Nar? Sangat bisa dong. Tapi, pastikan hal baru yang kamu lakukan atau hadapi kamu nyaman menjalaninya, tidak tertekan dan tidak terpaksa. Selain itu, kadang ada tuntunan orang tua, pekerjaan, lingkungan sekitar hingga membuat kita bisa melakukan lebih.

Mengapa akhirnya yang selalu kita minta dan panjatkan dalam doa panjang adalah ketenangan di masa-masa dewasa? Karena tenang itu membuat kita lebih bisa menghadapi segala hal yang berpihak apalagi tidak berpihak dengan hidup kita. Tetapi tetap saja akan ada cemas dan perasaan-perasaan bersalah seperti:
Ehh, emang cuma ini kemampuanmu?
Tuh, dia udah pintar, cantik dan punya personal branding yang mumpuni, lah kamu apa?
Kan, seharusnya dulu kamu belajar yang rajin supaya bisa jadi mahasiswa berprestasi di kampus.
Aduhh, boro-boro S1 atau S2 malah orang tua suruh cepat-cepat nikah setelah SMA..
Wahh gimana kalau segala pertanyaan maupun pernyataan diatas selalu bersarang di kepala kita setiap hari? Bisa jadi kita sudah gila kali yah. Btw, ini baru kita yang mikirin loh, belum lagi dapat pertanyaan dari orang lain. Bisa jadi kita udah double crazy. Nauzubillah. Nggak boleh yah teman-teman. Harus tetap waras walaupun digempur kanan dan kiri.
Pernah nggak kita mikir dan resapi dalam hati, bahwa Allah membawa kita ke dunia dengan berbagai versi, kita tidak mesti melakukan lebih dari kapasitas, kita diberi segala hal yang sempurna mulai dari pendengaran, penglihatan, penciuman, perasa, dll untuk kita manfaatkan dalam kebaikan dan memberi impact positif untuk hidup. Kalau kita melakukan di luar dari kapasitas, malahan kita akan kewalahan. Cobalah menerima apa yang kita bisa, tanpa melihat orang lain dan ekspetasi tinggi. Kita bisa melakukan lebih selama kita nyaman dan tenang dan lagi membawa kebaikan.
Akan fase dimana saat diri lelah, coba cari waktu terbaik untuk meluapkan semuanya. Bisa mulai dari shalat dan kemudian saat berdoa, atau me time walaupun tidak harus meluapkan hal yang sesak atau menyakitkan dalam hati kita setidaknya kita punya ruang untuk berpikir jernih. Contoh lain juga muhasabah di waktu sebelum tidur, banyak merenung atas segala hal yang kita udah lakukan di hari itu dan jika pun ada kesalahan, mari memaafkan diri, mari menerima diri dengan sebaik-baiknya. Kita mungkin tidak sehebat orang lain di luar sana tapi setidaknya kita bisa melakukan perubahan perlahan tanpa dunia harus tau. Nar, tau suara kita mungkin hilang di hadapan orang yang membenci, tapi pastikan suara itu tetap hidup dan terdengar walaupun sebatas diri kita dan orang-orang tulus membersamai perjalanan kita sampai titik ini.

Masa dewasa membuat banyak berpikir, bagaimana menjadi manusia yang tak lagi egois dengan diri sendiri, menerima apa yang bisa kita lakukan, you know what ? Kita tidak memiliki mesin waktu untuk mengulang segala hal yang telah kita lakukan tapi kita masih memiliki kesempatan di hari ini maupun esok hari terhadap impian-impian kecil kita yang selalu kita harap akan terwujud. Kita juga lebih banyak bertanya bagaimana menjadi orang yang bermanfaat untuk hidup kita saat ini dan bermanfaat lebih untuk orang-orang terkasih. Benar nggak? Eaakkk. Santai aja yah kawan!
Gimana sekarang udah lebih bisa menerima diri nggak? Udah bisa lebih plong nggak? Nar harap bisa lebih enjoy for your life karena hidup terlalu bermakna dan jika kita isi dengan hal yang membuat tersiksa, tertekan, tidak nyaman. Buat apa kan?! Harus banyak bahagiamu yah, kamu harus lebih bisa memaafkan atas apa yang telah terjadi dalam hidupmu, kamu sudah jauh lebih hebat dari dirimu yang sebelumnya. Terima kasih tetap hidup untuk dirimu dan orang-orang yang menyayangimu hingga hari ini. You are the best!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judul 33 Catatan Bahagia

Judul 34 Kehilangan Arah di Masa Dewasa

Judul 39 Catatan: Dunia Bibo