Judul 29 Prioritas

 Selamat malam semua...


Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.



Pada akhirnya di fase dewasa sering kali kita belum bisa mengatur prioritas, hal yang penting dan tidak penting. Terkadang menghabiskan satu waktu dengan hal-hal yang sebenarnya tidak membawa manfaat untuk diri sendiri. Mungkin disini harus mulai memahami apa sih yang kita inginkan dan mau lakukan dalam hidup? Dengan berbagai lontaran pertanyaan dan setelah itu menemukan jawaban untuk hidup  berarti kita sudah tau arah hidup kedepannya. Sebelum itu kita harus tau ini apa sih yang dimaksud prioritas?

Prioritas berarti sesuatu yang dianggap lebih penting dan harus didahulukan dibanding hal lain. Bagaimana kita mengatur waktu, tenaga dan pikiran atau sumber daya kita dalam waktu bersamaan untuk hidup yang teratur.

Dengan mengatur prioritas dalam hidup (hal penting dan tidak penting) kita seakan memiliki rem yang bisa kontrol kapan saja. Prioritas dapat membuat seseorang lebih produktif dan proaktif dalam hidupnya sendiri. Mengapa dalam mengatur prioritas itu cukup penting? Supaya kita bisa memilah agenda atau kegiatan yang bisa kita atur dalam jangka pendek dan jangka panjang. Saat kita mampu mengatur prioritas dengan baik mulai dari prioritas pribadi misal tentang kesehatan, ibadah, keluarga serta prioritas sosial yang termasuk didalamnya pekerjaan, pendidikan dan interaksi dengan orang lain maka hidup kita jadi lebih terarah dan disiplin. Nar, kasih contoh sederhana misalnya ibu guru di sekolah sudah memberi tau bahwa pekan depan akan ada UTS, hitungannya sisa 3 hari dan di saat itu salah satu teman mengajak untuk main game maka kita bisa memprioritaskan belajar untuk persiapan UTS terlebih dulu. Main game bisa lain waktu jika benar-benar memiliki waktu senggang.

Nar, kasih contoh lain misalnya ada seorang anak sma kelas 11 semester awal, dia mulai tertarik dengan dunia perkuliahan, berita perihal kuliah itu dia dapatkan dari media sosial, teman akrabnya, ataupun keluarganya yang tengah kuliah. Di saat itu, dia mulai bertekad untuk mengatur prioritas belajar agar nilai tetap stabil, kemudian mempersiapkan hal-hal tentang perkuliahan yakni mulai mencari kampus terbaik, jurusan yang paling mumpuni prospek kerjanya, mulai melihat-lihat beasiswa-beasiswa yang tersedia, berkas-berkas yang perlu disiapkan dan sebagainya. Jika kita memiliki tekad kuat walaupun akan ada tantangan-tantangan di hadapan kita pasti bisa melaluinya. And the most important tetap jaga konsistensi dan jangan mudah terdistraksi.

Tapi Nar gimana kalau kita masih saja gagal untuk mengatur prioritas itu tadi?

Well, dalam proses mengatur prioritas tidak selamanya berjalan mulus. Pasti ada gagalnya. Let say saat ada di momen kita malas ngapain-ngapain, pokoknya mau rebahan, scroll tiktok atau instagram misalnya, atau sekadar makan makanan enak tanpa ingin membuat agenda prioritas. Apakah itu kesalahan fatal? NO GUYS. Sama sekali bukan kesalahan. Kita manusia biasa yang tak luput dari rasa lelah, capek melakukan berbagai rutinitas berbeda setiap harinya dan hal itu sangat wajar dilakukan. Jika kita merasa malas berarti kita sedang ada di fase kurang motivasi. Biarlah hal itu terjadi, maklumi lah. Mungkin itu salah satu sinyal hati dan otak kita agar rehat dari semua aktivitas kita yang tidak ada habisnya. Lantas apa yang bisa kita lakukan? Apakah harus self reward? Misalnya jalan-jalan ke mall, naik gunung, ke pantai lihat senja, me time di perpustakaan baca-baca buku atau sekadar tidur seharian. Boleh Nar katakan ketika sedang tidak menemukan motivasi kamu bisa tidur atau rebahan seharian sembari kalian berusaha kembali menemukan motivasi untuk tetap melanjutkan visi dan misi hidup kita. Tetapi setiap orang memiliki cara mereka dalam menikmati hidup atau menemukan motivasi itu tadi, dan kita harus menghargai hal itu. Tanpa ngejudge atau mencela orang lain.

Memprioritaskan sesuatu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadikan seseorang bisa konsisten memilih agenda yang penting dan tidak penting. Hal ini bisa dimulai dari bagaimana seseorang memanajemen waktunya dalam belajar, bekerja tetapi tetap memprioritaskan ibadah serta kesehatan tubuhnya. Jika hal itu tidak sesuai urutan misal mementingkan belajar sampai tengah malam tanpa makan malam dan juga mengakhirkan shalat isya maka sejatinya kita telah gagal prioritaskan hal paling fundamental dalam hidup kita. Jadi, teman-teman ada istilah pecuma pintar dan kaya raya tetatpi kita sering sakit-sakitan. Karena kesehatan lebih penting dari semua prioritas yang ada. Why? Karena ketika sakit kita tidak bisa belajar tidak maksimal beribadah, ujung-ujungnya harus terbaring di rumah sakit. Kan nggak enak.

Sebuah pesan,…

 “Prioritas membuat kita lebih terbuka dengan hal yang kita anggap penting dan tidak penting, dan dari disitulah kita bisa menjadi manusia yang lebih bertanggung jawab”


Adanya prioritas tidak membuat hidup kita terkekang atau layaknya militer tetapi dengan adanya prioritas kita mampu mengatur agenda-agenda agar lebih tersusun rapi. Dari kebiasaan yang positif ini akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih disiplin, perfeksionis dan hidup yang mulanya cukup berantakan bisa lebih terarah. Bukan waktu yang singkat untuk menentukan skala prioritas, buatlah hal-hal sederhana yang bisa membentuk habit baik ini salah satu contohnya membuat target harian atau mingguan atau disebut planner, menentukan agenda rutinitas dan agenda yang mendesak serta menyesuaikan dengan tujuan hidup kita. Nar gimana kalau masih saja sering terdistraksi dengan hal tidak penting? Kalian bisa mengatur ulang kembali agenda-agenda tersebut yang penting dan tidak penting, jika hari itu kita lakukan maka lakukan selama tidak membuang waktu yang panjang untuk agenda yang lebih penting.

“Hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten, akan membuah hasil di masa mendatang”

Jadi, saat kita telah pandai mengatur prioritas tadi, kita akan mendapat hasil maksimal di waktu yang akan datang, kuncinya konsisten dan jangan mudah terdistraksi yah. Jika orang lain bisa mengatur prioritasnya kamu pasti bisa juga, memang untuk menjadikan suatu kebiasaan yang harus dilakukan setiap hari memang tidak mudah, tapi percayalah selama kamu berusaha untuk melakukannya dengan baik kamu pasti bisa mengubah hal itu menjadi suatu habit bermanfaat. Semangat yah, kamu dan kita semua pasti bisa!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judul 33 Catatan Bahagia

Judul 34 Kehilangan Arah di Masa Dewasa

Judul 39 Catatan: Dunia Bibo