Judul 22 Healthy Friends Relationship
Selamat malam semua...
Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.
Di masa dewasa membuka banyak cakrawala berpikir manusia, bagaimana ujian dan pelajaran hidup mengubah sebagian besar mindset kita agar bisa survive dan makin maju. Salah satunya adalah healthy friends relationship. Bagaimana kita membangun pertemanan yang sehat dan saling mendukung dalam hal apapun sehingga ada pertanyaan sederhana, kapan kita mulai menemukan teman dan membangun friends relationship yang sehat itu? Semua berawal dari kita membuka diri dan berusaha adaptasi dengan orang yang berada di sekitar kita dulu. Misalnya kita di masa kecil suka bermain dengan anak tetangga, lama-kelamaan mulai terbentuklah pertemanan walaupun pada masa kecil kita hanya sebatas main boneka, main petak umpet, main congklak, main perosotan bersama dan lainnya. Hal kecil akan memberikan feedback yang baik, setelah kita menemukan orang yang bisa kita ajak bermain, orang yang memiliki kesukaan atau hobi yang sama hingga akhirnya pertemanan itu akan terus berlanjut bahkan level tinggi saat friends relationship ini berlanjut hingga dewasa.
Guys, kalian pernah dengar kalimat ini nggak? Semakin dewasa seseorang semakin sedikit teman yang kita punya. Dan hal itu sangat banyak dirasakan pada fase dimana kita semakin mengenal diri dan lingkungan di sekitar. Terkadang kita lebih banyak bercerita, mengungkapkan segala yang dirasakan kepada teman kita, tetapi di momen lain bisa menjadi orang yang hanya memperhatikan, jadi pendengar ulung. Di tahap ini akan terlihat healthy friends relationship yang benar-benar membuat aware bahwa tidak semua orang akan mendengar cerita kita, kadang diabaikan, kadang pula timbul pernyataan “ udah jangan cerita dulu, gue sibuk nih” kita harus saling mengerti antara satu sama lain, hal itu bahkan selalu ada dalam pertemanan, tetapi di momen ketika pernyataan itu berulang kali seakan jadi bahasa mati yang ngebuat kita memilih untuk tidak cerita. Dalam friends relationship yang the most important adalah bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan teman kita, saling mendukung segala keputusan yang diambil, saling jujur terhadap hal yang disukai maupun tidak disukai.
Ada satu hal menyadarkan Nar bahwa dalam hidup kita penting friends relationship yang sehat, ketika pertemanan sampai pada level saling support misalnya saat ada di antara teman kita yang berhasil melanjutkan pendidikannya atau mendapat pekerjaan bagus kemudian kita support mereka, mendukung keputusannya dan memberi semangat maka kata Nar itu level tertinggi dalam healthy friends relationship itu sendiri. Kita sering mendengar pertemanan yang tidak sehat atau istilah toxic relationship, dimana kita menjumpai pertemanan yang salah satu di antara teman kita mendapat pekerjaan bagus kemudian teman di circle kita ada merasa iri dengan pencapaian kita. Terkadang kita tidak menyadari tetapi itu benar adanya. Jadi solusi paling baik yaitu harus mulai terbuka dengan teman kita, mengenal karakter dan setelah itu selektif saat tahu kepribadian dan lingkungannya. Kita bisa menarik boundries, hal apa yang kemudian bisa kita ceritakan kepada teman biasa atau teman yang kita anggap teman dekat. Setiap hubungan pertemanan sedekat apapun harus memiliki batasan satu sama lain agar memiliki batasan untuk menghargai privasi teman kita.
Healthy friends relationship juga menurut Nar, saat hal random kita tidak diremehkan, saat masalah kita tidak dianggap beban, ketika impian kita tidak jadi bahan candaan. Hal-hal sederhana ini ngebuat kita merasa dihargai, dipedulikan dan merasakan bahwa kehadiran kita itu penting. Setiap kita memiliki level pertemanan yang berbeda dan unik, ada yang walaupun jarang berkomunikasi tetapi misalnya selalu ngirim video reels random di Ig atau di tiktok, saling mendoakan. Di masa dewasa ini terkadang kita menemukan kubu pertemanan dimana orang-orang didalamnya tidak selalu bertemu secara langsung atau istilahnya nongkrong setiap waktu, tetapi mereka yang memiliki kesibukan tetap menyempatkan waktu untuk bertemu di lain hari, sekadar makan bakso bersama, ke pantai, atau deep talk di salah satu rumah teman.
Sebuah pesan,...
“Healthy friends relationship akan membuka pikiran untuk lebih dewasa memilih kawan yang bisa memberi manfaat, support, mendukung kelebihan dan menghargai kekurangan kita”
Satu atau dua teman di fase let say adalah fase di porak-porandakan oleh dunia pilih mereka yang bisa membuat jadi dirimu sendiri, pilih mereka yang membuat lebih bertumbuh dalam, kebaikan, pilih mereka yang membawa untuk jadi manusia versi terbaik, pilih mereka yang membuat tidak ragu memiliki mereka yang jadi gardan terdepan saat menghadapi masalah, mereka yang selalu ada dalam suka dan duka dan paling penting pilih teman yang mengajakmu untuk terus mengingat Allah. Karena level healthy friends relationship bahkan dikategorikan mereka adalah orang-orang yang ketika mengingatkan kita tentang shalat atau kebaikan lain, sejatinya mereka paling mencintai kita. Semoga kalian sudah menemukan kubu pertemanan yang sehat itu yah, jika menemukan selamat, jaga pertemanan kalian hingga kalian bersama melangkah ke syurgaNya. Aamiin!

Komentar
Posting Komentar