Judul 19 Kok Hidup Gini Amat Yah? Segalanya Tertunda
Selamat malam semua...
Untuk yang sudah simak beberapa judul di blog jatuh bangun jadi dewasa, terima kasih yah.. Semoga apapun yang aku tulis dan kalian baca sama-sama mendapatkan kebaikan. Tidur nyenyak yah.
Manusia adalah makhluk paling banyak maunya. Setiap
hal yang bahkan sudah ada di depan mata, belum tentu disyukuri bahkan ingin
lebih. Terkadang sifat menuntut itu membuat manusia jadi ambisius. Mungkin segala
yang diinginkan bukanlah sesuatu yang buruk karena kita memiliki standar hidup yang
berbeda. Tapi di sela itu kita perlu sadar ada batasan dari semua keinginan.
Kita harus tau bahwa terkadang sesuatu hal yang sangat di dambakan belum tentu bisa
didapatkan di hari yang sama, terkadang untuk meraihnya perlu perjuangan dan pengorbanan
dari segi tenaga, waktu dan materi.
Kehidupan selayak jalanan. Terkadang menemukan
jalan lurus, jalan berbelok-belok, jalan yang rusak, jalan penuh genangan air
hujan dan becek serta jalan yang berbatu besar. Kecepatan untuk sampai tujuan bukan
diukur dari seberapa cepat kendaraan kita melaju melainkan bagaimana kesabaran
dan teliti melewati jalan-jalan yang rusak tadi. Saat ada di posisi terpuruk dan
ujian datang silih berganti kita banyak bertanya, kenapa
hidupku gini-gini amat yah? Nggak seperti temanku, tetanggaku, atau orang lain
di luar sana? Kenapa hidupku nggak bisa tenang yah? Kenapa doa-doaku belum
dikabulkan? Seakan menuntut kata why? Tanpa mempertanyakan what and how? Apa
yang membuat hidup gue seperti ini yah? Kira-kira kesalahan apa yang gue lakuin
sehingga gue susah untuk tenang? Kenapa segala urusan seperti berjalan lambat?
Taraf manusia yang mempergunakan akal sehat,
logika dan melihat syariat Allah maka kita akan berpikir dan merenung atas kejadian
yang dialami. Segalanya tertunda hingga akhirnya hati pun memberi dugaan ouhh
maybe gue masih bolong shalatnya, ouhh gue masih sering bermaksiat, gue mungkin
banyak permintaan tapi kurang sujudnya. Terkadang butuh waktu yang lama untuk
menyadari bahwa segala bentuk dugaan-dugaan kita adalah bentuk sinyal Allah
agar kita segera kembali kepadaNya. Terkadang pula kita banyak mengedepankan
diri kita dibandingkan hal yang diinginkan Allah. Saat kita tau segala pertanyaan
ataupun dugaan itu semakin bermunculan maka secara refleks ngebuat kita bertanya
lagi pada diri, bagaimana solusi agar hidup bisa lebih baik dari sebelumnya?
Tiada solusi alternatif selain kembali dan bertaubat kepadaNya serta menyesali
segala perbuatan buruk yang kita lakukan selama ini.
Sebuah hadis Qudsi yang indah,
“Jika seseorang mendekat kepada-Ku (Allah)
sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta,
Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku
datang kepadanya dengan berlari.” (HR.Bukhari, no. 6137)
Dari hadis ini, Allah mau bilang ke kita bahwa saat
melakukan dosa yang banyak, dan ada momen kita ingin kembali kepadaNya, maka
Allah dengan kasih sayangNya akan menyambut dengan tangan terbuka. Kalau kata
Nar dalam bahasa gaulnya sih Allah lebih excited nungguin kita pulang ke Dia.
Dia kangen banget sama kita.
Ada banyak kesenangan dan kebahagiaan di dunia
yang kita rasakan, tetapi remember bahwa setiap kebahagiaan itu tidak akan
membuat kita tenang sepenuhnya, Why? Karena bisa jadi orientasinya adalah dunia.
Saat kebahagiaan itu bermuara pada Allah dan akhirat maka itu udah beda level,
sebanyak apapun ujian dan cobaan hidup tidak membuat kita mudah goyah sedikitpun.
Disinilah letak keimanan kita kepada sang Pemilik Kehidupan.
Jika segala urusan kita tidak kunjung
terlaksana, maka di momen ini kita menarik diri serta merenung hal apa yang ingin
kita benahi? Jika ujian terasa berat untuk dihadapi, maka yakinkan diri bahwa
hidup tak akan bersih dari ujian kecuali kita telah berkalam tanah, jadi cara
menghadapinya dengan sabar dan shalat, maka semuanya akan perlahan bisa dilalui.
Iya tau, it’s not easy, right?! Tapi ingat bahwa balasan Allah untuk orang yang
bersabar ialah pahala tanpa batas, tidakkah kita menginginkan hal tersebut? Jika
hidup terasa berantakan dan tidak tenang, mulai mencari akar dari permasalahan
tersebut. Hidup tenang yang bisa kita dapatkan dari hal-hal kecil yakni berusaha
tidak khawatir atas segala takdir atau skenario hidup yang Allah rencanakan
untuk kita. Kita hanya perlu ikhtiar dan berdoa karena dua hal itu milik kita, jika
berbicara hasil maka hal itu urusan Allah. Jika kita sebelumnya mengeluh terhadap
hidup, cobalah untuk perbanyak syukur. Sifat mengeluh pun tidak akan mempermudah
kehidupan kita bukan? Ada momen kita hanya diam dan merenung agar hati tidak
melakukan hal-hal yang tidak kondusif. Yukk luaskan sabarnya, dan di bentangkan
lagi syukurnya. Memang tidak mudah selayaknya kita mengucapkan tetapi cara
inilah yang akan membuat kita bisa hidup lebih tenang dan menyerahkan segala
urusan kepada Allah. Semangat untuk hidup yang masih panjang ini, You strong,
you can do it!

Komentar
Posting Komentar